Aksi Memanas, Mahasiswa Lebak Tuntut Bupati Turun Langsung
Lebak, TARGET RILIS.COM – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Kumala menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Lebak, Banten, Senin (2/3/2026). Aksi tersebut diwarnai ketegangan antara massa dan aparat keamanan hingga berujung penyegelan simbolis Gedung Negara Pemerintahan Lebak.
Sejak siang, massa memadati area depan kantor bupati untuk menyampaikan 14 poin tuntutan yang mencakup persoalan pendidikan, pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana publik, layanan kesehatan, hingga tata kelola anggaran daerah.
Situasi sempat memanas ketika mahasiswa berupaya masuk ke dalam kompleks kantor guna menemui Bupati Lebak secara langsung. Aksi saling dorong dengan aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tak terhindarkan. Sejumlah mahasiswa bahkan terlihat memanjat pagar sebelum akhirnya dihalau petugas.
Massa kemudian diterima audiensi oleh Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, di Pendopo Bupati. Namun, pertemuan tersebut belum memuaskan mahasiswa yang tetap bersikeras ingin berdialog langsung dengan bupati.
Koordinator lapangan aksi, Musail Waedurat, menegaskan bahwa kehadiran kepala daerah merupakan bentuk tanggung jawab moral terhadap aspirasi masyarakat.
“Kami membawa 14 tuntutan konkret. Kami akan tetap menunggu hingga Bupati datang dan menemui kami secara langsung,” ujar Musail.
Karena Bupati tidak hadir hingga aksi berlangsung, mahasiswa melakukan penyegelan simbolis Gedung Negara sebagai bentuk protes. Mereka juga menyatakan akan melanjutkan aksi pada Selasa dini hari pukul 03.00 WIB.
Rencana pertemuan antara mahasiswa dan bupati disebut akan difasilitasi oleh Kapolres Lebak. Hingga aksi berakhir, aparat kepolisian dan Satpol PP tetap berjaga untuk memastikan situasi tetap kondusif. (Red)


0 Komentar