Lebak, TARGET RILIS.COM – Saat sebagian warga terlelap, jajaran Polsek Cimarga justru bergerak. Malam itu, lorong-lorong Desa Sangiangjaya, Kecamatan Cimarga, disisir. Dari rumah ke rumah, dari warung ke warung—polisi hadir membawa satu pesan tegas: hentikan kenakalan remaja sebelum terlambat.(2/4/2026).
Brigadir Dikka dan Aipda Semin memimpin patroli dialogis door to door, menyapa warga sekaligus membidik titik-titik rawan tempat remaja berkumpul. Di balik obrolan santai, tersimpan kekhawatiran nyata—narkoba, miras, geng motor, balap liar, hingga tawuran yang mengintai masa depan generasi muda.
Kapolres Lebak AKBP Herfio Zaki, S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Cimarga AKP Pipih Iwan Hermansyah, S.H. menegaskan, langkah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan peringatan keras bagi siapa pun yang mencoba merusak ketertiban.
“Ini upaya nyata mencegah kenakalan remaja berkembang. Kami tidak ingin ada ruang bagi narkoba, tawuran, atau geng motor di Cimarga,” tegas Pipih.
Di setiap pintu yang diketuk, polisi juga menitipkan pesan kepada para orang tua—jangan lengah. Sebab, pengawasan yang longgar bisa menjadi celah bagi anak-anak terjerumus ke pergaulan bebas dan tindakan berbahaya.
“Kami minta orang tua benar-benar mengawasi. Jangan sampai anak-anak kita terseret arus negatif yang bisa menghancurkan masa depan mereka,” ujarnya.
Tak luput dari sorotan, fenomena “perang sarung” yang kerap dianggap permainan biasa. Polisi menilai, di balik candaan itu tersimpan potensi konflik yang bisa meledak menjadi tawuran.
Malam itu bukan sekadar patroli. Itu adalah peringatan. Bahwa negara hadir, menjaga, dan tak akan tinggal diam saat generasi mudanya berada di ujung bahaya.
Polsek Cimarga memastikan, langkah serupa akan terus digelar—mengawal malam, menjaga harapan, dan memastikan Cimarga tetap aman dari bayang-bayang kenakalan remaja. (ds)


0 Komentar