Ticker

6/recent/ticker-posts

JI Bersuara: Kritik Bukan Serangan, Pers Harus Berani Uji Fakta Sebelum Bicara


Lebak, TARGET RILIS. COM – Polemik pemberitaan terkait proyek pembangunan jalan di Desa Cisimeut Induk, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak kembali mendapat sorotan. JI menegaskan, kritik yang disampaikannya bukan bentuk serangan terhadap wartawan tertentu, melainkan dorongan agar produk jurnalistik tetap berdiri di atas fakta dan aturan etik.

JI menyebut, persoalan utama bukanlah siapa yang menulis berita, tetapi sejauh mana informasi yang disampaikan kepada publik telah melalui proses verifikasi yang benar.

“Saya tidak menyerang pribadi siapa pun. Yang saya kritik adalah substansi pemberitaan. Ketika sebuah informasi menyangkut dugaan persoalan pembangunan, maka publik berhak mendapatkan berita yang kuat, bukan sekadar asumsi,” tegas JI.

Menurutnya, media memiliki peran besar sebagai kontrol sosial. Namun, fungsi pengawasan tidak boleh mengabaikan prinsip dasar jurnalistik seperti konfirmasi, keberimbangan, dan pembuktian.

“Jangan sampai opini lebih dulu dibangun sebelum fakta benar-benar diuji. Setiap tudingan harus memiliki dasar yang jelas agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat,” ujarnya.

JI menilai, pemberitaan terkait dugaan permasalahan proyek pemerintah harus didukung data akurat, termasuk keterangan dari pihak pelaksana, pemerintah, maupun tenaga teknis yang memahami pekerjaan tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan istilah yang mengarah pada dugaan pelanggaran harus dilakukan secara hati-hati dan tidak boleh mengabaikan asas praduga tak bersalah.

“Pers adalah pilar demokrasi. Karena itu, kekuatan pers bukan hanya pada keberanian mengkritik, tetapi juga pada ketepatan menyajikan fakta,” kata JI.

Ia berharap seluruh pihak dapat menempatkan persoalan ini secara objektif dan menjadikan perbedaan pandangan sebagai evaluasi untuk memperkuat kualitas jurnalistik.

“Tujuan akhirnya bukan saling menyerang, tetapi memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan dapat dipercaya,” pungkasnya.

(Tim)