Jakarta, TARGETRILIS.COM – Ancaman penyalahgunaan rokok elektrik (vape) sebagai media peredaran narkotika memicu respons keras dari Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman. Ia menegaskan negara tidak boleh memberi ruang sedikit pun bagi modus baru para bandar narkoba yang mengincar generasi muda.
Habiburokhman menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah, termasuk opsi pelarangan total vape, apabila terbukti terus disalahgunakan sebagai sarana penyelundupan dan konsumsi narkotika melalui liquid yang telah dicampur zat berbahaya.
"Kalau memang vape sudah sangat masif disalahgunakan menjadi sarana baru penyelundupan dan penyalahgunaan narkoba, maka pelarangan total adalah langkah yang sangat rasional demi menyelamatkan rakyat, khususnya generasi muda," tegas Habiburokhman, Jumat (24/7/2026).
Pernyataan itu memperkuat sikap Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menegaskan tidak akan ragu mengambil kebijakan ekstrem apabila rokok elektrik terus dijadikan kedok peredaran narkoba.
Menurut Habiburokhman, jaringan narkotika kini terus bertransformasi dengan memanfaatkan teknologi dan gaya hidup anak muda. Modus penggunaan liquid vape yang mengandung cannabinoid sintetis maupun New Psychoactive Substances (NPS) dinilai menjadi ancaman serius karena sulit dikenali dan berpotensi menjebak para remaja tanpa mereka sadari.
"Negara tidak boleh kalah oleh modus-modus baru penjahat narkoba. Jika regulasi yang ada masih memberikan celah, maka pengetatan maksimal bahkan pelarangan total adalah pilihan yang tepat dan harus berani diambil," ujarnya.
Tak hanya mendorong regulasi yang lebih tegas, Komisi III DPR juga meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepolisian meningkatkan pengawasan terhadap peredaran liquid vape ilegal serta membongkar jaringan laboratorium rumahan (clandestine lab) yang memproduksi cairan narkotika berkedok rokok elektrik.
Habiburokhman memastikan DPR siap mengawal setiap langkah penguatan regulasi agar aparat penegak hukum memiliki kewenangan yang lebih kuat dalam memutus mata rantai peredaran narkoba.
"Keselamatan generasi muda jauh lebih penting daripada membiarkan celah yang dimanfaatkan para bandar narkoba. Negara harus bertindak cepat, tegas, dan tanpa kompromi," pungkasnya.
