Lebak, TARGET RILI.COM – Di sebuah sudut Desa Pasirgintung, Kecamatan Cikulur, harapan itu kini berdiri dalam wujud nyata. Sebuah bangunan sederhana di tepi jalan utama tak lagi sekadar menjadi proyek pembangunan, tetapi menjelma simbol kebangkitan ekonomi masyarakat desa.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Pasirgintung telah rampung dibangun dan siap beroperasi. Di tengah dominasi lahan pertanian dan perkebunan, kehadiran koperasi ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya pusat ekonomi baru yang mampu menggerakkan roda usaha warga dari desa.
Pembangunan koperasi berdiri di atas lahan hibah dari perusahaan perkebunan karet pemegang Hak Guna Usaha (HGU). Seluruh proses pembangunan telah melalui Musyawarah Desa (Musdes) dan memperoleh persetujuan resmi dari Pemerintah Desa Pasirgintung.
Ketua KDKMP Desa Pasirgintung, Depalyudin, mengatakan pemilihan lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan seluruh masyarakat.
"Wilayah Desa Pasirgintung cukup luas dengan permukiman yang tersebar. Karena itu, lokasi ini dipilih berada di titik tengah agar mudah dijangkau oleh seluruh warga," katanya, Minggu (12/7/2026).
Pilihan itu bukan tanpa alasan. Bangunan koperasi berada di jalur utama penghubung Kecamatan Cikulur dan Kecamatan Cileles, berdekatan dengan lapangan sepak bola desa dan kawasan permukiman. Posisi tersebut membuka peluang besar bagi koperasi untuk berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi, bahkan menjadi tempat singgah bagi pengguna jalan yang melintas.
Sekretaris Desa Pasirgintung, Mimin Widiastuti, menyebut potensi koperasi akan bertumpu pada kebutuhan masyarakat yang mayoritas bergerak di sektor pertanian dan perkebunan.
"Kami berharap koperasi ini mampu menjadi pusat pemenuhan kebutuhan petani dan pekebun sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat desa," ujarnya.
Dukungan fasilitas penerangan jalan yang telah tersedia membuat aktivitas koperasi diproyeksikan dapat berlangsung hingga malam hari dengan lebih aman dan nyaman.
Bagi masyarakat Pasirgintung, berdirinya koperasi bukan sekadar penambahan fasilitas desa. Ia menjadi penanda dimulainya harapan baru—bahwa dari desa, denyut perekonomian dapat tumbuh lebih kuat, usaha rakyat semakin berkembang, dan kesejahteraan bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan tujuan yang sedang dibangun bersama. (do)
