Jakarta, TARGETRILIS.COM — Suasana perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Galang Kemajuan (GK) Center ke-14 di Hotel Ciputra Jakarta, Sabtu (22/8/2026), mendadak berbeda ketika Ketua GK Center Lebak, King Naga, hadir dengan mengenakan pakaian adat Baduy lengkap tanpa alas kaki.
Penampilan tersebut bukan sekadar gaya. Dari tanah Lebak, Banten, King Naga membawa pesan tentang pentingnya menjaga dan memperkenalkan kearifan lokal Baduy di tengah panggung nasional.
Tanpa merasa canggung berada di hotel berbintang, King Naga tetap tampil percaya diri. Kaki tanpa alas menjadi simbol kesederhanaan sekaligus bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya yang melekat pada masyarakat Baduy.
Suasana perayaan kemudian semakin semarak ketika King Naga naik ke atas panggung dan memandu permainan tebak lagu berhadiah. Interaksi spontan tersebut berhasil mencairkan suasana. Gelak tawa dan antusiasme para peserta pun memenuhi ruangan.
Menariknya, hadiah bagi peserta yang berhasil menjawab pertanyaan disebut berasal dari kantong pribadi King Naga. Aksi tersebut membuat suasana perayaan tidak hanya meriah, tetapi juga terasa lebih dekat dan penuh keakraban.
Namun, di balik hiburan dan penampilan budaya tersebut, King Naga juga membawa pesan kemanusiaan.
Dalam momentum HUT GK Center ke-14 itu, ia menyerahkan donasi sebesar Rp1 juta untuk membantu masyarakat yang menjadi korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Langkah tersebut menjadi bagian dari kepedulian sosial yang ingin ditunjukkan King Naga. Budaya, kebersamaan, hiburan, dan kepedulian terhadap sesama dipadukan dalam satu momentum perayaan.
Kehadiran King Naga dari Lebak dengan pakaian adat Baduy pun mendapat perhatian dari keluarga besar GK Center. Ia dinilai membawa warna tersendiri dalam perayaan HUT ke-14 organisasi tersebut.
Dari ujung Banten, King Naga datang bukan hanya membawa identitas daerah. Ia membawa pesan bahwa budaya lokal tetap dapat berdiri percaya diri di tengah panggung nasional, sementara kepedulian terhadap sesama tidak mengenal batas daerah.
Budaya dijaga, persaudaraan dirawat, kemanusiaan diutamakan.
