Ticker

6/recent/ticker-posts

Warga Baduy Turut Meriahkan Turnamen Sepak Bola Leuwidamar, Semangat Sapapait Samamanis Menggema di Cisimeut


Lebak Banten, TARGETRILIS.COM — Riuh sorak penonton menggema di Desa Cisimeut Induk, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Di tengah panasnya persaingan di lapangan hijau, ada pemandangan yang justru jauh lebih bermakna: masyarakat dari berbagai kalangan berkumpul dalam satu semangat persaudaraan, termasuk warga Baduy yang turut hadir memeriahkan Open Turnamen Sepak Bola Se-Kecamatan Leuwidamar.

Bukan sekadar pertandingan.

Bukan semata-mata tentang siapa yang menang dan siapa yang harus pulang dengan kepala tertunduk

Di balik kerasnya duel di lapangan, turnamen ini menghadirkan pesan kuat tentang persatuan, kebersamaan dan persaudaraan masyarakat Leuwidamar.

Kehadiran warga Baduy menjadi warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Mereka hadir bersama masyarakat lainnya, menikmati atmosfer pertandingan sekaligus menunjukkan bahwa sepak bola mampu menjadi jembatan yang mempertemukan berbagai kelompok dalam satu ruang kebersamaan.

Sorak penonton, semangat para pemain, serta dukungan masyarakat menciptakan suasana yang penuh energi. Lapangan sepak bola seakan berubah menjadi panggung persaudaraan, tempat masyarakat bertemu tanpa sekat dan tanpa membedakan latar belakang.

Semangat itu semakin terasa dengan dukungan PHBN dan Paguyuban Cisimeut Bersatu yang ikut mendorong terlaksananya kegiatan tersebut.

Kepala Desa Cisimeut Induk, Juhedin, juga memberikan dukungan terhadap kegiatan yang dinilai mampu menjadi ruang positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Sinergi dengan unsur Polsek Leuwidamar dan Koramil Leuwidamar turut menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Namun, ada satu nilai yang seolah menjadi napas dari seluruh kegiatan tersebut: “Sapapait Samamanis.”

Sebuah semangat untuk bersama-sama menghadapi pahit dan manis kehidupan. Saling membantu ketika menghadapi kesulitan, saling menguatkan ketika ada persoalan, dan tetap berdiri bersama ketika menghadapi tantangan.

Nilai itulah yang terasa kuat di tengah turnamen.

Sebab, kemenangan sebuah tim tidak akan berarti jika persaudaraan masyarakat justru terpecah. Gelar juara boleh diperebutkan, tetapi rasa hormat dan persatuan harus tetap dipertahankan.

Di lapangan boleh menjadi lawan, tetapi di luar lapangan tetap saudara.

Turnamen tersebut juga menjadi momentum penting bagi generasi muda untuk menyalurkan energi dan bakat ke arah yang positif. Sepak bola bukan hanya tentang kemampuan mengolah bola, tetapi juga mengajarkan disiplin, kerja sama, keberanian, tanggung jawab dan mental untuk bangkit setelah mengalami kekalahan.

Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi generasi muda, kegiatan olahraga seperti ini menjadi ruang penting untuk membangun karakter dan menjauhkan anak-anak muda dari berbagai aktivitas negatif.

Kehadiran warga Baduy bersama masyarakat lainnya seolah mengirimkan pesan sederhana namun kuat: perbedaan bukan alasan untuk terpisah.

Justru dari perbedaan itulah persaudaraan dapat tumbuh semakin kuat.

Open Turnamen Sepak Bola Se-Kecamatan Leuwidamar akhirnya bukan hanya menjadi cerita tentang pertandingan. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi gambaran bagaimana olahraga dapat menyatukan masyarakat, menghidupkan semangat gotong royong, sekaligus menjaga tali silaturahmi

Dengan dukungan Pemerintah Desa Cisimeut Induk, Juhedin, PHBN, Paguyuban Cisimeut Bersatu, Polsek Leuwidamar, Koramil Leuwidamar, para peserta dan seluruh masyarakat, semangat tersebut diharapkan terus dijaga.

Karena pada akhirnya, juara sejati bukan hanya mereka yang mengangkat trofi di akhir pertandingan, tetapi mereka yang mampu menjaga persaudaraan setelah peluit panjang berbunyi.

Sapapait Samamanis bukan sekadar semboyan. Ia adalah semangat untuk tetap bersama dalam suka dan duka, menjaga persaudaraan, serta membangun Leuwidamar dengan kekompakan.

Bersatu dalam perbedaan. Bertanding dengan sportivitas. Menang tanpa merendahkan. Kalah tanpa menyerah. Dan tetap bersaudara setelah pertandingan berakhir.

Reporter: M. Juhri