Lebak Banten, TARGETRILIS.COM – Akses jalan menuju Kampung Sampalan melalui jalan potongan dari Pal Opat, Desa Sangkanwangi, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, menjadi perhatian masyarakat setelah sejumlah tamu yang menggunakan kendaraan roda empat dilaporkan mengalami kesulitan saat mengikuti jalur menuju wilayah tersebut. Jumat 11/9/2026.
Sejumlah kendaraan roda empat tersebut diketahui tidak dapat melanjutkan perjalanan ketika tiba di kawasan Jembatan Gantung Daruas. Kondisi jembatan yang sempit menyebabkan kendaraan roda empat tidak memungkinkan untuk melintas.
Menurut informasi yang dihimpun dari warga setempat, kejadian tersebut diduga terjadi karena para pengendara mengikuti petunjuk arah melalui aplikasi Google Maps. Jalur yang ditunjukkan membawa kendaraan menuju akses Jembatan Gantung Daruas, namun kondisi sebenarnya di lapangan tidak memungkinkan jembatan tersebut dilalui kendaraan roda empat.
Jembatan Gantung Daruas yang berada di wilayah Desa Sangkanwangi tersebut diketahui memiliki ukuran yang terbatas. Hingga saat ini, jembatan tersebut disebut hanya dapat dilintasi kendaraan roda dua.
Sementara itu, kendaraan roda empat yang membawa sejumlah tamu terpaksa berhenti dan tidak dapat melanjutkan perjalanan melalui jalur tersebut.
Kondisi tersebut menimbulkan kesulitan bagi para pengguna jalan, khususnya masyarakat dari luar daerah maupun tamu yang belum memahami kondisi geografis dan akses jalan di wilayah tersebut.
Salah seorang warga setempat, Bapak Atok, menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi akibat adanya kesalahpahaman dalam mengikuti petunjuk arah.
Menurutnya, sejumlah pengguna kendaraan roda empat mengikuti jalur yang diarahkan melalui aplikasi navigasi tanpa mengetahui bahwa di jalur tersebut terdapat Jembatan Gantung Daruas yang tidak dapat dilintasi kendaraan roda empat.
“Terjadi kesalahpahaman karena mengikuti petunjuk Google Maps,” ujar Bapak Atok.
Kejadian tersebut menjadi perhatian masyarakat karena bukan tidak mungkin peristiwa serupa dapat kembali terjadi apabila informasi mengenai akses jalan menuju Kampung Sampalan dan kondisi Jembatan Gantung Daruas tidak diketahui secara jelas oleh pengguna jalan.
Para pendatang maupun tamu dari luar wilayah yang mengandalkan aplikasi navigasi berpotensi mengikuti jalur yang sama. Ketika tiba di lokasi, kendaraan roda empat akan mengalami kesulitan karena harus berhadapan dengan jembatan yang memiliki ukuran sempit.
Kondisi ini dinilai tidak hanya menghambat perjalanan, tetapi juga dapat menimbulkan risiko bagi pengguna jalan apabila kendaraan terpaksa berhenti atau berputar arah di akses jalan yang terbatas.
WARGA MINTA PEMERINTAH SEGERA CEK KE LOKASI
Menyikapi kondisi tersebut, masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak, Banten.
Warga meminta pemerintah dan instansi terkait untuk segera turun langsung ke lapangan guna melihat kondisi Jembatan Gantung Daruas serta akses jalan yang menjadi penghubung menuju Kampung Sampalan.
Menurut masyarakat, pengecekan langsung ke lapangan penting dilakukan agar pemerintah dapat mengetahui kondisi sebenarnya yang dihadapi warga dan pengguna jalan.
“Kami meminta kepada Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak, Banten, agar segera melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Kami berharap kondisi jembatan ini dapat diperhatikan dan dicarikan solusi,” demikian harapan warga.
Masyarakat juga berharap adanya peningkatan infrastruktur pada Jembatan Gantung Daruas agar akses transportasi menuju Kampung Sampalan dan wilayah sekitarnya dapat menjadi lebih baik.
Salah satu harapan utama masyarakat adalah agar pemerintah dapat mempertimbangkan pelebaran jembatan atau pembangunan akses yang lebih memadai, sehingga kendaraan roda empat nantinya dapat memiliki akses yang lebih mudah dan aman.
AKSES TRANSPORTASI DINILAI PENTING BAGI MASYARAKAT
Akses jalan dan jembatan merupakan salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat, terutama bagi wilayah yang memiliki jalur penghubung antarpermukiman.
Keberadaan infrastruktur yang memadai sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat. Mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga kebutuhan sosial masyarakat sangat bergantung pada kemudahan akses transportasi.
Apabila akses jalan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua, tentu mobilitas kendaraan roda empat menjadi terbatas. Padahal kendaraan roda empat juga dibutuhkan masyarakat dalam berbagai kondisi dan kebutuhan.
Misalnya, untuk mengangkut hasil pertanian, membawa barang kebutuhan masyarakat, serta akses kendaraan dalam kondisi darurat.
Oleh karena itu, masyarakat berharap persoalan keterbatasan Jembatan Gantung Daruas dapat menjadi perhatian pemerintah dan instansi terkait.
Pemerintah diharapkan dapat melakukan kajian teknis mengenai kemungkinan peningkatan kapasitas jembatan, pelebaran akses, atau pembangunan infrastruktur alternatif yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
HARAPAN WARGA AGAR TIDAK TERJADI KEMBALI
Selain meminta perhatian terhadap kondisi jembatan, masyarakat juga berharap adanya informasi yang lebih jelas mengenai akses jalan menuju Kampung Sampalan.
Petunjuk arah dan informasi mengenai jalur kendaraan dinilai penting agar para pengunjung maupun masyarakat dari luar wilayah tidak salah memilih jalur.
Terlebih, kejadian sejumlah kendaraan roda empat yang tidak dapat melanjutkan perjalanan setelah mengikuti jalur yang diduga diarahkan melalui aplikasi navigasi menjadi pelajaran penting bahwa kondisi akses jalan di lapangan harus mendapatkan perhatian.
Masyarakat berharap pihak terkait dapat memberikan petunjuk yang jelas di titik-titik tertentu, khususnya sebelum memasuki jalur menuju Jembatan Gantung Daruas.
Dengan demikian, pengguna kendaraan roda empat dapat mengetahui sejak awal bahwa jembatan tersebut memiliki keterbatasan dan tidak dapat dilintasi kendaraan dengan ukuran tertentu.
Hal tersebut diharapkan dapat menghindari kejadian kendaraan salah jalur dan mengalami kesulitan untuk kembali berputar arah.
PEMERINTAH DIHARAPKAN MEMBERIKAN PERHATIAN SERIUS
Masyarakat Desa Sangkanwangi berharap keluhan mengenai kondisi akses Jembatan Gantung Daruas dapat segera mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Lebak maupun pemerintah di tingkat yang lebih tinggi.
Warga meminta agar dilakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk mengetahui kondisi jembatan serta kebutuhan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.
“Kami berharap pemerintah segera turun dan melihat langsung kondisi di lapangan. Kalau memang memungkinkan, kami berharap jembatan ini dapat diperlebar atau ditingkatkan agar kendaraan roda empat bisa masuk dan masyarakat lebih mudah dalam melakukan aktivitas,” harap warga.
Dengan adanya perhatian dan langkah nyata dari pemerintah, masyarakat berharap akses transportasi menuju Kampung Sampalan dapat semakin baik.
Peningkatan infrastruktur dinilai bukan hanya untuk kepentingan masyarakat setempat, tetapi juga dapat memberikan kemudahan bagi para pengunjung dan tamu dari luar daerah yang hendak menuju wilayah tersebut.
Masyarakat kini berharap pemerintah dapat segera melakukan evaluasi, kajian, serta mengambil langkah sesuai dengan kewenangan dan kebutuhan di lapangan demi terciptanya akses transportasi yang lebih aman, layak, dan memadai bagi masyarakat.
Kejadian kendaraan roda empat yang tidak dapat melintasi Jembatan Gantung Daruas diharapkan menjadi perhatian bersama dan menjadi salah satu alasan penting untuk melakukan evaluasi terhadap kebutuhan infrastruktur di wilayah Desa Sangkanwangi, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.
Pewarta : m.zuhri media targetliris com
