Lebak Banten, TARGETRILIS.COM – Pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SDN 3 Jalupangmulya, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, terus berjalan. Seiring berlangsungnya pekerjaan konstruksi, penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lokasi pembangunan kini diperbaiki dan telah mengacu pada standar operasional prosedur (SOP).
Dokumentasi aktivitas pekerjaan di lapangan memperlihatkan sejumlah pekerja melaksanakan pekerjaan konstruksi dengan menggunakan perlengkapan keselamatan, termasuk helm pelindung. Penggunaan alat pelindung tersebut juga terlihat pada aktivitas pekerjaan di bagian bangunan yang berada di ketinggian.
Penerapan K3 menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi guna menjaga keselamatan para pekerja selama proses pembangunan berlangsung.
Diketahui, pekerjaan tersebut merupakan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan SDN 3 Jalupangmulya yang dilaksanakan oleh P2SP (Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan) SDN 3 Jalupangmulya.
Program revitalisasi tersebut memiliki waktu pelaksanaan selama 120 hari kalender, dengan sumber pendanaan berasal dari APBN Tahun Anggaran 2026. Nilai bantuan untuk program tersebut tercatat sebesar Rp962.367.877.
Perbaikan penerapan standar keselamatan di lokasi pekerjaan mendapat perhatian positif dari masyarakat. Warga berharap pelaksanaan revitalisasi tidak hanya menghasilkan bangunan sekolah yang berkualitas, tetapi juga berlangsung dengan mengedepankan keselamatan dan ketertiban selama proses pembangunan.
“Terima kasih kepada para pekerja yang sudah melaksanakan pekerjaan dengan baik dan memperhatikan keselamatan dalam bekerja. Kami berharap pembangunan ini dapat selesai sesuai waktu dan memberikan manfaat bagi sekolah serta para siswa,” demikian apresiasi warga Lebak terhadap pelaksanaan program tersebut.
Dengan penerapan SOP dan standar K3 yang semakin diperhatikan, masyarakat berharap Program Revitalisasi SDN 3 Jalupangmulya dapat berjalan lancar, tepat waktu, serta menghasilkan sarana pendidikan yang aman dan layak digunakan oleh peserta didik. (M.juhri/red)
