Ticker

6/recent/ticker-posts

Tangis Mengiringi Kepergian H. Subarta, Tokoh Jawara Cisimeut Induk Berpulang untuk Selamanya


Lebak Banten, TARGETRILIS.COM — Pagi itu, suasana Kampung Cepak Kandang, Desa Cisimeut Induk, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, terasa berbeda. Rumah duka dipenuhi warga yang datang silih berganti. Tangis dan doa mengiringi kepergian seorang sosok yang selama ini dikenal masyarakat sebagai H. Subarta, tokoh jawara Cisimeut Induk.

H. Subarta mengembuskan napas terakhir pada Selasa, 29 September 2026, sekitar pukul 04.00 WIB.

Kabar duka tersebut dengan cepat menyebar. Dari keluarga, kerabat, sahabat hingga masyarakat yang mengenalnya, satu per satu berdatangan ke kediaman almarhum untuk memberikan penghormatan terakhir.

Kepergian H. Subarta bukan sekadar kehilangan bagi keluarga. Bagi masyarakat Cisimeut Induk, berpulangnya sosok yang dikenal luas tersebut meninggalkan ruang kosong dan kenangan panjang yang tidak mudah dilupakan.

Rumah Duka Dipenuhi Pelayat

Sejak kabar kepergian almarhum tersiar, rumah duka di Kampung Cepak Kandang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat.

Pada Rabu (30/9/2026), para pelayat terus berdatangan. Wajah-wajah berduka tampak di antara keluarga dan masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir.

Doa-doa dipanjatkan. Nama almarhum disebut dalam setiap doa. Harapan yang sama disampaikan para pelayat, agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah H. Subarta dan memberikan tempat terbaik bagi almarhum.

Di tengah suasana haru itu, keluarga berusaha tegar menerima kenyataan bahwa sosok yang selama ini hadir di tengah mereka kini telah pergi untuk selamanya.

Sosok Jawara Yang Tinggalkan Jejak

Semasa hidupnya, H. Subarta dikenal masyarakat Cisimeut Induk sebagai salah satu sosok yang memiliki perjalanan panjang dalam kehidupan sosial masyarakat.

Sebutan tokoh jawara melekat pada dirinya dan menjadi bagian dari ingatan masyarakat yang mengenalnya.

Bagi sebagian masyarakat, sosok H. Subarta bukan sekadar nama. Ia merupakan bagian dari perjalanan kehidupan sosial di Cisimeut Induk.

Kini, cerita tentang dirinya tinggal menjadi kenangan yang akan terus disampaikan dari satu generasi kepada generasi berikutnya.

H.Mocch. Nabil Jayabaya Hadir di Rumah Duka

Suasana duka semakin terasa ketika sejumlah tokoh datang memberikan penghormatan.

Wakil Ketua GAPENSI Pusat H. Moch. Nabil Jayabaya turut hadir langsung ke kediaman almarhum.

Kehadirannya menjadi bentuk penghormatan kepada sosok H. Subarta sekaligus kepedulian terhadap keluarga yang sedang berduka.

Ia turut menyampaikan belasungkawa dan memanjatkan doa untuk almarhum.

Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat Turut Melayat

Sejumlah kepala desa juga hadir di tengah suasana duka tersebut.

Di antaranya Kepala Desa Cisimeut Induk Juhedin, Kepala Desa Nayagati Muhaemin, serta Kepala Desa Cisimeut Induk Ohan Baheri.

Mereka datang bersama masyarakat untuk memberikan penghormatan terakhir dan menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga almarhum.

Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut menunjukkan bahwa kepergian H. Subarta meninggalkan kesan mendalam bagi lingkungan sosial tempat ia selama ini hidup dan bergaul.

Hari ini Berduka,Esok Tinggal Kenangan

Tidak ada yang mampu menahan datangnya kematian

Sosok yang dahulu hadir dalam berbagai aktivitas masyarakat, kini hanya tinggal nama, foto, cerita, dan kenangan.

Bagi keluarga, kehilangan itu tentu tidak akan mudah. Kursi yang biasa ditempati, suara yang biasa terdengar, serta sosok yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan keluarga kini tidak lagi dapat dijumpai.

Namun kehidupan harus terus berjalan.

Yang tersisa hanyalah doa dan amal kebaikan yang semoga menjadi bekal bagi almarhum menghadap Sang Pencipta.

Selamat Jalan, H.Subrata

Kepergian H. Subarta menjadi pengingat bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT.

Semoga seluruh amal ibadah almarhum diterima, segala dosa dan kekhilafannya diampuni, diberikan tempat terbaik di sisi-Nya serta memperoleh husnul khatimah.

Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga Allah SWT memberikan kekuatan, kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan.

Selamat jalan H. Subarta.

Jejak langkahmu telah berhenti, tetapi cerita dan kenangan tentangmu akan tetap hidup di tengah keluarga dan masyarakat Cisimeut Induk.


Tim Liputan TargetRilis.com