Lebak Banten, TARGETRILIS.COM — 6 Oktober 2026 Pelaksanaan program revitalisasi KB Al Munawaroh menjadi sorotan setelah muncul dugaan penggunaan material bangunan yang perlu dipertanyakan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis sebagaimana tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan petunjuk teknis (juknis) program revitalisasi.
Sorotan terutama mengarah pada penggunaan semen merek Patriot yang diduga perlu diverifikasi kesesuaiannya dengan spesifikasi material dalam RAB. Selain itu, material baja ringan yang digunakan di lapangan juga menjadi perhatian. Berdasarkan informasi awal dan pengamatan di lokasi, material tersebut disebut menggunakan jenis Baja Truss C75 x 0,75 ORG.
Namun, apakah material tersebut benar-benar sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan dalam RAB dan juknis, masih membutuhkan pembuktian melalui dokumen teknis dan pemeriksaan lebih lanjut.
Jika terdapat perbedaan antara material yang direalisasikan dengan material yang tercantum dalam RAB, persoalan tersebut tentu bukan sekadar persoalan teknis biasa. Spesifikasi material merupakan salah satu bagian penting dalam menentukan mutu, kekuatan, keamanan, serta pertanggungjawaban pekerjaan konstruksi.
PIHAK P2SP DIMINTA JELASKAN SPESIFIKASI MATRIAL
Awak media kemudian berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak P2SP KB Al Munaworoh berinisial O untuk memperoleh penjelasan mengenai jenis, merek, mutu, spesifikasi, serta dasar penggunaan material yang dipersoalkan.
Dalam komunikasi tersebut, pihak O disebut mengarahkan awak media untuk kembali datang ke lokasi guna melihat langsung kondisi pekerjaan.
“Assalamualaikum abangku ini maksudnya apa bang? Ini kesalahan material bangkuh, mangga bapak kita ke lapangan aja kapan mau ke lapangan? Karena hari ini saya harus keluar ada keluarga yang lagi di rawat di Tantri Kirana, kita jadwalkan saja bapak mangga,” ujar O dalam komunikasi tersebut.
Pernyataan itu menjadi bagian dari informasi yang perlu diklarifikasi lebih lanjut, khususnya mengenai apakah pihak pengelola memiliki dokumen yang dapat menunjukkan kesesuaian material dengan RAB dan juknis.
Pertanyaan yang muncul sebenarnya cukup sederhana.
Apa spesifikasi semen yang tercantum dalam RAB
Apa spesifikasi baja ringan yang dipersyaratkan?
Apakah material yang digunakan di lapangan sesuai dengan spesifikasi tersebut?
Apakah tersedia bukti pembelian, dokumen mutu, sertifikat produk, atau dokumen teknis lainnya?
Sebab, kesesuaian material tidak semata-mata dapat dinilai hanya berdasarkan tampilan fisik. Untuk memastikan spesifikasi, diperlukan pemeriksaan terhadap merek, tipe, ukuran, ketebalan, standar mutu, sertifikasi, serta dokumen pengadaan apabila diperlukan.
PUBLIK BERHAK TAHU, BUKAN SEKEDAR DIAJAK MELIHAT
Polemik ini menjadi penting untuk diperjelas karena pertanyaan awak media bukan sekadar mengenai merek material, melainkan menyangkut kesesuaian antara realisasi pekerjaan dengan RAB dan juknis yang menjadi dasar pelaksanaan program.
Apabila material yang digunakan memang telah sesuai, pihak terkait tentu memiliki ruang untuk menjelaskan dan membuktikannya secara terbuka melalui dokumen maupun data teknis.
Sebaliknya, apabila ditemukan adanya perbedaan spesifikasi, maka perlu dijelaskan secara transparan mengenai alasan penggunaan material tersebut, siapa yang menentukan, apakah terdapat persetujuan perubahan spesifikasi, serta bagaimana pertanggungjawabannya terhadap mutu pekerjaan dan penggunaan anggaran.
Jangan sampai pernyataan bahwa material “sudah sesuai” hanya berhenti sebagai jawaban normatif tanpa disertai bukti yang dapat diverifikasi.
MINTA PENGAWAN DAN PEMERIKSAAN
Atas munculnya dugaan tersebut, pihak yang memiliki kewenangan pengawasan diharapkan dapat melakukan verifikasi apabila informasi yang disampaikan memiliki dasar untuk ditindaklanjuti.
Pemeriksaan dapat meliputi kesesuaian RAB dengan realisasi pekerjaan, spesifikasi semen, jenis dan ketebalan baja ringan, dokumen pengadaan, bukti pembelian, serta dokumen teknis lainnya.
Jika diperlukan, pemeriksaan atau pengujian material dapat dilakukan oleh pihak yang kompeten agar persoalan tidak berhenti pada dugaan berdasarkan pengamatan visual, tetapi memperoleh kepastian berdasarkan data dan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Hal ini penting mengingat revitalisasi fasilitas pendidikan berkaitan langsung dengan kepentingan publik dan keselamatan serta kenyamanan anak-anak yang nantinya menggunakan bangunan tersebut.
BUKAN MENGHAKIMI, TAPI MEMINTA KEJELASAN
Awak media menegaskan bahwa pemberitaan ini bukan untuk menghakimi atau menyimpulkan telah terjadi pelanggaran. Dugaan mengenai ketidaksesuaian material masih memerlukan klarifikasi, verifikasi dokumen, dan pemeriksaan teknis.
Pihak P2SP, kepala satuan pendidikan, pelaksana pekerjaan, penyedia material, maupun pihak terkait lainnya memiliki hak jawab dan kesempatan untuk memberikan klarifikasi secara terbuka.
Namun apabila pekerjaan revitalisasi tersebut menggunakan anggaran negara, maka transparansi dan akuntabilitas menjadi bagian penting dari pertanggungjawaban kepada masyarakat.
Pertanyaan publik pada akhirnya sederhana:
Apakah seluruh material yang digunakan dalam revitalisasi KB Al Munaworoh benar-benar sesuai dengan RAB dan juknis, atau terdapat perbedaan spesifikasi yang perlu dijelaskan dan dipertanggungjawabkan?
Tim media akan terus melakukan konfirmasi dan penelusuran berdasarkan data, dokumen, serta fakta di lapangan dengan tetap mengedepankan asas keberimbangan dan praduga tidak bersalah.(MZ)
