Lebak banten, TARGRTRILIS.COM — Ketua Umum Badak Banten Perjuangan (BBP), Eli Sahroni, yang dikenal dengan sapaan “King Badak”, menyampaikan refleksi mendalam tentang kehidupan, perjuangan seorang ibu, kemiskinan, dan kekuatan pola pikir manusia dalam menjalani kehidupan.
Menurut Eli Sahroni, setiap manusia pada hakikatnya terlahir ke dunia tanpa membawa kekayaan maupun bekal apa pun. Bahkan, kelahiran seorang anak merupakan perjuangan luar biasa seorang ibu yang mempertaruhkan keselamatan dirinya.
“Kita terlahir di alam ini dari keadaan miskin, di atas penderitaan seorang ibu yang berjuang di pintu sakaratul maut, antara kematian dan keselamatan sang anak dan dirinya.”
Ia menggambarkan bagaimana seorang manusia keluar dari rahim yang sempit dalam keadaan tanpa membawa sehelai benang pun. Tidak ada harta, jabatan, kekuasaan, bahkan belum memiliki kemampuan untuk berpikir dan menentukan arah kehidupannya sendiri.
Di balik kelahiran itu, kata Eli, terdapat sosok ibu yang tidak hanya melahirkan, tetapi juga merawat, membesarkan, memberi makan, menyediakan pakaian, serta mengorbankan tenaga dan pikirannya demi kehidupan sang anak.
“Ibu selain melahirkan, dia juga yang merawat dan membesarkan kita. Makanan dan pakaian yang kita pakai adalah hasil dari susah payah dan kerja kerasnya,” ungkapnya.
Namun perjalanan kehidupan tidak berhenti pada masa kanak-kanak. Ketika seseorang mulai dewasa, ia mulai mengenal dunia, memahami persoalan, dan menggunakan pikirannya untuk menentukan jalan hidup.
Di titik inilah, menurut Eli Sahroni, manusia mulai menyadari bahwa kehidupan bukan sekadar tentang keadaan yang diberikan sejak lahir, tetapi juga tentang bagaimana seseorang memainkan pikirannya untuk bertahan, berkembang, dan mengubah kehidupannya.
“Setelah kita dewasa, di situlah diri kita berpikir bahwa kehidupan adalah sebuah cara memainkan pikiran untuk bisa hidup.”
Karena itu, ia menilai pola pikir menjadi salah satu kekuatan penting dalam menentukan arah kehidupan seseorang. Keadaan sulit tidak seharusnya langsung dianggap sebagai akhir dari perjuangan.
“Kehidupan itu tergantung dari pola pikir kita sendiri,” menjadi pesan yang ditekankan Eli Sahroni.
Bagi King Badak, manusia mungkin tidak bisa memilih dari keluarga seperti apa ia dilahirkan, tetapi manusia memiliki kesempatan untuk memilih bagaimana ia berpikir, bagaimana ia berjuang, dan ke mana ia membawa kehidupannya.
“KITA LAHIR TANPA MEMBAWA APA-APA. MAKA JANGAN HABISKAN HIDUP HANYA UNTUK MERATAPI KEADAAN. BANGKIT, BERPIKIR, DAN PERJUANGKAN KEHIDUPAN.”
Redaksi
