Ticker

6/recent/ticker-posts

Miris! Bangunan MI Al-Khaeriyah di Lebak Ambruk, Nasib Pendidikan Siswa Menanti Uluran Tangan Pemerintah


Lebak Banten, TARGETRILIS.COM — Kondisi memprihatinkan menyelimuti bangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Khaeriyah di Kampung Batang, Desa Sangkanwangi, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Sebagian bangunan dilaporkan ambruk, memunculkan kekhawatiran terhadap keselamatan siswa serta keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.

Kondisi tersebut menjadi potret memprihatinkan dunia pendidikan di daerah. Di tengah harapan anak-anak untuk meraih masa depan melalui pendidikan, bangunan madrasah yang seharusnya menjadi tempat menimba ilmu justru mengalami kerusakan serius.

Bangunan yang diduga mengalami kerusakan akibat termakan usia itu kini membutuhkan perhatian dan penanganan segera. Jangan sampai kerusakan yang terjadi terus berlarut-larut hingga menghambat proses pendidikan maupun menimbulkan risiko bagi siswa dan tenaga pendidik.



Bangunan Rusak, Harapan Siswa Menggantung

Madrasah bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang bagi anak-anak untuk membangun cita-cita, menimba ilmu, serta membentuk karakter. Namun, kondisi bangunan MI Al-Khaeriyah yang dilaporkan ambruk menimbulkan pertanyaan mengenai kelayakan sarana pendidikan yang tersedia.

Masyarakat berharap persoalan ini tidak hanya menjadi catatan, tetapi benar-benar mendapat perhatian dari pemerintah dan instansi yang memiliki kewenangan.

Dede bersama Ustaz Sutisna menyampaikan harapan agar pihak terkait segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi madrasah tersebut dan mencari jalan keluar.

Mereka berharap bangunan yang rusak dapat diperbaiki atau dibangun kembali sehingga para siswa bisa belajar di tempat yang aman dan nyaman.

Pemerintah dan Kemenag Diharapkan Segera Bertindak

Sorotan masyarakat kini tertuju kepada pengelola madrasah, Kementerian Agama Kabupaten Lebak, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta pemerintah daerah agar segera berkoordinasi menentukan langkah penanganan.

Peninjauan lapangan diperlukan untuk mengetahui tingkat kerusakan, jumlah ruang yang terdampak, serta kebutuhan anggaran perbaikan atau pembangunan kembali.

Jika kerusakan bangunan tidak segera ditangani, kegiatan belajar mengajar berpotensi terganggu. Karena itu, langkah pengamanan harus menjadi prioritas, terutama pada bagian bangunan yang berisiko membahayakan keselamatan.

Pihak pengelola diharapkan memastikan siswa tidak memasuki area yang rawan ambruk sampai kondisi bangunan dinyatakan aman.

Pemilik Madrasah Berharap Gedung Kembali Berdiri

Pemilik MI Al-Khaeriyah, Dahlan, berharap bangunan madrasah tersebut dapat kembali diperbaiki agar para siswa bisa melanjutkan kegiatan belajar bersama di lingkungan yang layak.

Harapan itu menjadi gambaran besarnya kebutuhan akan perhatian terhadap fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan. Perbaikan bukan semata-mata membenahi bangunan, melainkan juga menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak.

Masyarakat berharap aspirasi tersebut mendapat respons nyata melalui pemeriksaan, koordinasi, dan rencana penanganan yang jelas dari pihak terkait.

Jangan Tunggu Kerusakan Semakin Parah

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti ambruknya bangunan, jumlah ruang yang terdampak, kondisi terkini kegiatan belajar mengajar, serta rencana penanganan dari instansi terkait masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.

Publik berharap kondisi MI Al-Khaeriyah tidak dibiarkan tanpa kepastian. Perhatian pemerintah sangat dibutuhkan agar persoalan tersebut segera memperoleh solusi sesuai hasil pemeriksaan di lapangan.

Pendidikan adalah investasi masa depan bangsa. Jangan sampai anak-anak harus menghadapi risiko akibat bangunan sekolah yang rusak. Keselamatan siswa harus menjadi prioritas, sementara harapan untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak perlu diwujudkan melalui langkah nyata.  (MZ/do)