Lebak, TARGETRILIS.COM — Dentang sekop dan keriuhan warga memecah keheningan Kampung Tajur, Desa Harumsari, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten. Di atas aliran Sungai Cimaur, belasan personel TNI dari Koramil 0305/Cipanas Kodim 0603/Lebak berdiri sejajar dengan puluhan warga desa. Mereka saling melempar ember berisi adukan semen, mengecor badan Jembatan yang kini berdiri kokoh sepanjang 18 meter dengan lebar 2,3 meter.
Jembatan ini bukan sekadar urusan bentangan beton dan besi. Bagi warga Harumsari, jembatan ini adalah penentu urat nadi perekonomian desa. Selama ini, akses menuju sentra pertanian dan perkebunan di Blok Bantar Bayun dan Cikareo kerap terhambat oleh sarana infrastruktur yang minim.
Danramil 0305/Cipanas, Kapt. Inf. Slamet Riadi, menegaskan bahwa keterlibatan jajarannya merupakan bagian dari komitmen mendampingi masyarakat pedesaan memperkuat ketahanan pangan kawasan.
"Pembangunan Jembatan Garuda Beton Merah Putih ini menjadi akses vital jalan menuju lahan persawahan dan perkebunan warga. Alhamdulillah, proses pengecoran berjalan lancar dengan dukungan penuh dari tokoh masyarakat, salah satunya Bapak Haji Amsor," ujar Slamet di lokasi pembangunan. Menurutnya, kepastian mobilitas akan berdampak langsung pada kelancaran pengangkutan hasil panen warga.
Apresiasi senada disampaikan Kepala Desa Harumsari, Pepen Supendi. Ia menyebut sinergi antara TNI, aparatur kecamatan, dan warga desa menjadi bukti bahwa keterbatasan anggaran daerah dapat disiasati melalui kesemangatan warga.
"Kami sangat berterima kasih kepada TNI, Kasi Trantib Kecamatan Cipanas, serta para tokoh masyarakat yang turun langsung membawa harapan besar agar akses pertanian kami makin mudah dan aman," kata Pepen.
Di balik riuhnya proses pengecoran hari itu, tersirat optimisme baru bagi warga Harumsari: roda perekonomian desa kini siap berputar lebih cepat. (ubung/red)
