Serang Banten, TARGETRILIS.COM– Ancaman kecelakaan lalu lintas masih menjadi pekerjaan serius aparat kepolisian. Di tengah upaya menekan angka insiden di jalan raya, Polda Banten terus memperkuat Operasi Patuh Maung 2026. Memasuki hari kesebelas, Kamis (5/11/2026), strategi operasi semakin diarahkan pada pencegahan dini dengan membangun kesadaran masyarakat hingga ke lingkungan permukiman.
Operasi ini bukan sekadar agenda rutin penertiban kendaraan maupun penindakan pelanggaran. Lebih jauh, Polda Banten berupaya memutus mata rantai perilaku tidak disiplin yang berpotensi memicu kecelakaan dan mengancam keselamatan pengguna jalan.
Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Banten, Kompol Muhammad Cuaib, mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan jajaran Polres kepada Polda Banten, pelaksanaan Operasi Patuh Maung 2026 mulai menunjukkan hasil positif berupa penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas.
Namun, capaian tersebut belum menjadi alasan untuk berpuas diri. Sebab, sejumlah wilayah masih mencatat kejadian kecelakaan yang membutuhkan perhatian dan langkah pencegahan lebih serius.
“Dari data yang dilaporkan jajaran Polres, sudah terlihat dampak positif berupa penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas. Namun, masih ada beberapa wilayah yang mengalami kejadian kecelakaan. Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama agar langkah pencegahan dapat terus ditingkatkan,” ujar Kompol Muhammad Cuaib.
Ia menegaskan, keberhasilan operasi tidak boleh hanya diukur dari jumlah kendaraan yang diperiksa ataupun banyaknya pelanggaran yang ditindak. Ukuran keberhasilan sesungguhnya adalah ketika angka pelanggaran dan kecelakaan terus menurun, bahkan masyarakat semakin sadar bahwa keselamatan merupakan kebutuhan utama saat berkendara.
Karena itu, Satgas Preemtif diminta tidak hanya menunggu pelanggaran terjadi di jalan raya. Edukasi dan pencegahan harus bergerak lebih awal, menyentuh langsung kehidupan masyarakat hingga ke lingkungan tempat tinggal.
“Salah satu tolok ukur keberhasilan operasi adalah tidak terjadinya pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, saya tekankan kepada Satgas Preemtif agar lebih mengoptimalkan pencegahan dini. Sasarannya tidak hanya di jalan raya, tetapi juga di lingkungan tempat tinggal masyarakat,” tegasnya.
Langkah tersebut menjadi bagian penting untuk membangun kesadaran kolektif agar masyarakat tidak menjadikan aturan lalu lintas sebagai formalitas belaka. Disiplin menggunakan helm, mematuhi rambu, melengkapi surat kendaraan, serta mengutamakan keselamatan harus menjadi kebiasaan, bukan sekadar kepatuhan ketika melihat petugas.
Polda Banten berharap Operasi Patuh Maung 2026 mampu menekan angka pelanggaran sekaligus mencegah bertambahnya korban kecelakaan lalu lintas.
Jangan tunggu kecelakaan merenggut korban untuk menyadari pentingnya keselamatan. Jalan raya bukan arena mempertaruhkan nyawa. Disiplin berlalu lintas adalah kewajiban, keselamatan adalah prioritas!
(Bidhumas Polda Banten)
