Ormas Badak Banten Perjuangan Desak Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu, Apresiasi Ketegasan Presiden Prabowo
Jakarta, TARGETRILIS.COM — Pernyataan keras dan terbuka datang dari Ketua Umum Badak Banten Perjuangan (BBP), H. Eli Sahroni, menyikapi dinamika hukum nasional dan isu penindakan terhadap sejumlah perwira tinggi Polri oleh tim khusus Mabes Polri. Dalam pandangannya, BBP menegaskan bahwa kepercayaan publik hanya dapat dipulihkan melalui pembuktian nyata bahwa tidak ada satupun warga negara yang kebal hukum di Indonesia.
Isu yang menghebohkan publik terkait dugaan penindakan sejumlah elite penegak hukum ini menjadi momentum krusial bagi penegakan hukum di tanah air. H. Eli Sahroni menyoroti berbagai catatan kasus besar yang dalam beberapa waktu terakhir menyeret sejumlah nama figur penting, mulai dari dugaan perkara yang melibatkan eks petinggi Polri, dugaan korupsi pada program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyeret nama Dadan Hidayana, hingga perkara hukum yang melibatkan Febrie Adriansyah.
"Jika dugaan-dugaan itu terbukti, tentu ini menjadi pukulan telak. Betapa tidak, lembaga yang seharusnya menjadi garda terdepan penegakan hukum, justru diduga menjadi tempat bersemayamnya kejahatan yang terorganisir," ungkap H. Eli Sahroni dalam keterangannya.
Meski demikian, pihak Badak Banten Perjuangan tetap menekankan pentingnya menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah (presumption of innocence) sebelum adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht).
Mengikis Jaringan"Dewan Jenderal"Dan Gurita Korupsi
Di tengah situasi tersebut, publik diresmikan dengan pertanyaan mendasar mengenai mengapa praktik korupsi seolah tidak pernah tuntas dan merambah ke berbagai sektor vital—mulai dari pertambangan, pertanian, kehutanan, infrastruktur, hingga lembaga penegakan hukum itu sendiri.
Masyarakat menduga fenomena ini dipelihara oleh jaringan atau kelompok elite yang saling melindungi. Istilah "Dewan Jenderal" mengemuka di tengah publik sebagai gambaran simbolis kelompok yang diduga merusak negara dari dalam. Namun, dengan langkah tegas dan penindakan yang mulai digulirkan di bawah komando Kapolri Jenderal Polisi SAS, jaringan tersebut perlahan mulai runtuh dan dibersihkan hingga ke akar-akarnya.
Membangkitkan Kembali Kepercayaan Publik
Badak Banten Perjuangan menilai bahwa ketegasan kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kini menjadi jangkar utama yang menumbuhkan kembali kepercayaan diri dan optimisme rakyat.
Pihaknya melayangkan pesan tegas kepada seluruh pejabat tinggi negara agar tidak menyalahgunakan kekuasaan, merasa aman karena kedekatan politik, ataupun mengkhianati amanah rakyat.
"Mari, Pak Presiden, gembirakan rakyat dengan ketegasan dalam tindakan kepada siapapun pejabat tinggi negara yang terbukti melakukan korupsi dan kejahatan berat. Buktikan bahwa hukum tidak tumpul ke atas dan tajam ke bawah," pungkasnya.
Rakyat Indonesia saat ini disebut tengah memantau dan menaruh harapan besar pada kepemimpinan nasional untuk membersihkan institusi negara dari praktik korupsi tanpa pandang bulu.
Sumber: Ketua Umum Badak Banten Perjuangan (BBP), H. Eli Sahroni
